Memahami Pentingnya Keamanan Hybrid Cloud
Dalam dekade terakhir, transformasi digital telah mendorong perusahaan berpindah dari sistem on-premise ke public cloud. Banyak bisnis memahami nilai strategis cloud, terutama dengan meningkatnya tren bekerja jarak jauh. Namun, transisi ini menghadirkan tantangan signifikan terkait kontrol jaringan yang kompleks.
Menerapkan keamanan hybrid cloud yang kuat menjadi prioritas utama. Perusahaan sering kali terjebak dalam ketergantungan pada sistem lama yang sulit diintegrasikan. Oleh karena itu, Anda memerlukan strategi yang tepat agar tetap aman di tengah lingkungan yang beragam.
1. Memanfaatkan Next-Generation Firewalls (NGFW)
Banyak perusahaan masih mengandalkan firewall tradisional di cloud, padahal kontrol native dari penyedia cloud seringkali tidak cukup. Firewall tradisional hanya mampu memantau lalu lintas pada lapisan 1 dan 2. Sebaliknya, next-generation firewall (NGFW) menawarkan perlindungan jauh lebih luas.
NGFW mencakup fitur seperti kontrol aplikasi, pencegahan pelanggaran terintegrasi, dan kecerdasan ancaman aktif. Dengan menggunakan NGFW, organisasi dapat melindungi sistem dari ancaman pada level 3 hingga 7. Ini adalah langkah krusial dalam memperkuat infrastruktur Anda.
2. Menggunakan Objek Dinamis
Keamanan pada sistem on-premise biasanya lebih mudah karena alamat IP bersifat statis. Namun, di lingkungan cloud, beban kerja seringkali dibuat dan dihapus secara dinamis. Kondisi ini membuat firewall tradisional kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Objek dinamis pada NGFW memungkinkan perusahaan mencocokkan kelompok beban kerja menggunakan kategori berbasis cloud. Anda dapat menerapkan kebijakan keamanan tanpa harus memperbarui aturan secara manual terus-menerus. Hal ini meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.
3. Memperoleh Visibilitas 360 Derajat
Visibilitas adalah kunci utama dalam strategi keamanan apa pun. Tanpa visibilitas yang utuh, strategi pencegahan atau perbaikan akan gagal total. Anda harus mengevaluasi keamanan baik pada layanan cloud maupun pada jalur dari pusat data.
Memiliki satu pandangan menyeluruh atas seluruh jaringan sangatlah berharga. Teknologi dari Algosec, melalui kemampuan AutoDiscovery, membantu Anda memahami alur lalu lintas dalam organisasi. Anda dapat menghubungkan alur lalu lintas ke aplikasi bisnis dengan mudah dan mengelola kebijakan keamanan secara terpusat.
4. Mengevaluasi Risiko Secara Menyeluruh
Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan hanya berfokus pada layanan cloud saja. Padahal, titik kerentanan sering muncul pada jalur lain, seperti koneksi dari internet ke pusat data. Oleh karena itu, Anda harus memantau semua area jaringan dengan tingkat prioritas yang setara.
Evaluasi risiko yang komprehensif memastikan tidak ada celah yang terlewatkan. Jangan hanya terpaku pada satu titik, tetapi lihatlah jaringan sebagai satu kesatuan ekosistem. Pendekatan holistik ini akan melindungi aset berharga Anda dari berbagai ancaman siber.
5. Pembersihan Kebijakan Cloud Secara Berkala
Lansekap keamanan hybrid cloud berubah jauh lebih cepat daripada yang bisa diikuti oleh kebanyakan tim IT. Kelompok keamanan cloud seringkali diatur ulang untuk mengakomodasi aplikasi baru. Jika tidak dikelola, kebijakan tersebut akan menjadi membengkak dan sulit dipertahankan.
Lakukan pembersihan kebijakan secara rutin agar tetap efisien dan akurat. Kebijakan yang tidak teratur tidak hanya sulit dikelola, tetapi juga dapat menciptakan risiko keamanan yang tidak disengaja. Pastikan tim Anda melakukan ‘housekeeping’ secara berkala untuk menjaga ketertiban konfigurasi.
6. Menerapkan Budaya DevSecOps
Cloud memang sangat mendukung metodologi DevOps untuk penyediaan sumber daya yang tangkas. Namun, metodologi ini sering kali mengabaikan aspek analisis risiko. Perusahaan yang serius mengenai keamanan harus mengintegrasikan prinsip DevSecOps ke dalam proses mereka.
Sebelum menerapkan kode baru, lakukan pengecekan risiko otomatis sebagai bagian dari pull request. Langkah ini sangat efektif untuk mendeteksi potensi masalah sebelum kode tersebut masuk ke tahap produksi. Dengan cara ini, Anda meminimalisir risiko sejak awal pengembangan.
Kesimpulan
Menjaga keamanan di lingkungan hybrid cloud mungkin tampak seperti tugas yang berat. Namun, dengan menerapkan praktik-praktik dasar di atas, organisasi Anda dapat memperkuat postur keamanan secara signifikan. Algosec Security Management Suite (ASMS) hadir untuk mendukung perjalanan migrasi cloud Anda tanpa menghambat layanan bisnis penting.
Algosec Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Algosec. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.