Dalam lanskap ancaman yang terus berkembang, Zero Trust Architecture telah menjadi kerangka keamanan penting bagi organisasi. Salah satu model yang berpengaruh dalam pendekatan ini adalah Zero Trust Model yang dikembangkan oleh John Kinderbag. Terinspirasi oleh model Kinderbag, kami mengeksplorasi bagaimana solusi canggih kami dapat secara efektif selaras dengan prinsip-prinsip Zero Trust. Berikut adalah poin-poin utama untuk memetakan Zero Trust Model dengan solusi AlgoSec, yang memungkinkan organisasi memperkuat postur keamanan mereka dan mengadopsi paradigma Zero Trust. Pendekatan saya dalam memetakan Zero Trust Model dengan solusi AlgoSec didasarkan pada model Zero Trust dari John Kinderbag (detailnya telah banyak diikuti), dan saya berharap pendekatan ini dapat membantu organisasi membangun strategi Zero Trust mereka. Apa itu Zero Trust? Zero Trust adalah pendekatan keamanan siber yang beranggapan bahwa masalah mendasar yang kita hadapi adalah model kepercayaan yang rusak, di mana sisi jaringan yang tidak terpercaya adalah internet yang “jahat”, dan sisi yang terpercaya adalah aset yang kita kendalikan. Oleh karena itu, pendekatan ini mendesain dan mengimplementasikan program keamanan berdasarkan gagasan bahwa tidak ada pengguna, perangkat, atau agen yang memiliki kepercayaan implisit. Sebaliknya, siapa pun atau apa pun yang ingin mengakses aset perusahaan harus membuktikan bahwa mereka layak dipercaya. Tujuan utama dari Zero Trust adalah mencegah pelanggaran keamanan. Pencegahan jauh lebih efektif secara biaya dibandingkan harus pulih dari pelanggaran, membayar tebusan, atau menangani biaya downtime dan kehilangan pelanggan. Menurut John Kinderbag, ada Empat Prinsip Desain Zero Trust dan Metodologi Desain Zero Trust Lima Langkah. Empat Prinsip Desain Zero Trust Tentukan hasil bisnis. Apa yang ingin dicapai bisnis Anda? Desain dari dalam ke luar. Mulailah dengan elemen DAAS (Data, Aplikasi, Aset, dan Layanan) serta permukaan yang perlu dilindungi, lalu desain perlindungan ke luar. Tentukan siapa yang memerlukan akses. Pastikan hanya pengguna yang membutuhkan akses untuk menyelesaikan pekerjaannya yang mendapatkannya (least privilege). Inspeksi dan log semua lalu lintas. Pantau dan catat semua lalu lintas yang masuk dan keluar dari permukaan yang dilindungi untuk mendeteksi potensi ancaman. Metodologi Desain Zero Trust Lima Langkah Agar perjalanan Zero Trust dapat dicapai, diperlukan proses yang berulang. Tentukan permukaan yang dilindungi. Pecah lingkungan Anda menjadi bagian-bagian kecil yang perlu dilindungi. Peta alur transaksi. Identifikasi alur transaksi sehingga hanya port dan alamat yang diperlukan yang diizinkan. Arsitektur lingkungan Zero Trust. Desain ulang lingkungan Anda dengan prinsip Zero Trust. Buat kebijakan Zero Trust. Gunakan metode Kipling untuk menentukan siapa atau apa yang dapat mengakses permukaan yang dilindungi. Pantau dan pelihara. Analisis semua telemetri dari alat deteksi jaringan, firewall, atau log aplikasi untuk meningkatkan keamanan secara berkelanjutan. Bagaimana AlgoSec sejalan dengan “Pemetaan Aliran Transaksi”, langkah kedua dari Metodologi Desain? AlgoSec Auto-Discovery menganalisis alur lalu lintas Anda dan mengubahnya menjadi peta yang jelas. AutoDiscovery menerima metadata lalu lintas jaringan seperti NetFlow, SFLOW, atau paket lengkap, kemudian mengolah beberapa aliran metadata lalu lintas untuk memvisualisasikan alur transaksi Anda. Setelah alur transaksi ditemukan dan dioptimalkan, sistem terus melacak perubahan pada alur tersebut. Jika alur baru terdeteksi, deskripsi aplikasi akan diperbarui. Hasil: Visualisasi alur transaksi yang jelas. Deskripsi aplikasi yang diperbarui. Alur transaksi yang dioptimalkan. Bagaimana AlgoSec sejalan dengan “Menyusun Kebijakan Zero Trust” – langkah keempat dari Metodologi Desain? Dengan AlgoSec, Anda dapat mengotomatiskan proses perubahan kebijakan keamanan tanpa menimbulkan risiko, kerentanan, atau pelanggaran kepatuhan. AlgoSec memungkinkan Anda menganalisis perubahan lalu lintas sebelum diterapkan pada firewall, cloud publik, dan solusi SDN, serta memvalidasi keberhasilan perubahan tersebut dalam sistem IT Service Management (ITSM) yang ada. Hasil: Analisis perubahan lalu lintas untuk implementasi. Kebijakan keamanan diterapkan tanpa risiko, kerentanan, atau pelanggaran kepatuhan. Bagaimana AlgoSec sejalan dengan “Memantau dan Memelihara” – langkah kelima dari Metodologi Desain? AlgoSec menganalisis keamanan dengan memeriksa kebijakan firewall, aturan firewall, log lalu lintas, dan konfigurasi perubahan firewall. Analisis mendalam terhadap log keamanan memberikan wawasan penting tentang serangan keamanan seperti virus, trojan, atau serangan DDoS. Dengan analisis alur lalu lintas AlgoSec, Anda dapat memantau lalu lintas pada aturan firewall tertentu dan hanya mengizinkan akses yang benar-benar diperlukan. Hasil: Pemantauan cerdas terhadap lalu lintas jaringan. Kebijakan firewall yang lebih efisien dan terarah.